Pertandingan olahraga mahasiswa sering kali diwarnai dengan tensi tinggi, tidak hanya di dalam lapangan tetapi juga di area penonton. Di tengah maraknya fenomena fanatisme buta yang sering berujung anarkis, sebuah gerakan menyegarkan muncul dari ranah Minang. Melalui inisiatif Kreativitas Tribun, para mahasiswa di Bukittinggi mulai mendefinisikan ulang peran pendukung dalam sebuah kompetisi. Mereka tidak lagi hanya sekadar datang untuk berteriak, melainkan menjadikan tribun sebagai panggung seni dan ruang edukasi yang menunjukkan identitas mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang menjunjung tinggi etika.
Penerapan konsep Suporter Sopan menjadi pilar utama yang diperjuangkan oleh BAPOMI Bukittinggi. Organisasi ini menyadari bahwa keamanan dan kenyamanan sebuah turnamen sangat bergantung pada perilaku massa di tribun. Oleh karena itu, BAPOMI bekerja sama dengan dewan mahasiswa di berbagai kampus untuk membentuk komunitas suporter yang terorganisir. Alih-alih menggunakan kata-kata kasar atau provokasi yang merendahkan lawan, suporter di Bukittinggi didorong untuk menciptakan yel-yel yang kreatif, musik yang harmonis, dan koreografi visual yang memukau. Tujuannya jelas: memberikan dukungan moral yang maksimal bagi atlet tanpa harus mencederai perasaan pihak lain.
Transformasi ini secara perlahan membentuk sebuah Budaya baru dalam ekosistem olahraga daerah. Di Bukittinggi, tribun bukan lagi tempat yang menakutkan bagi keluarga atau anak-anak untuk menonton pertandingan. Sopan santun yang ditunjukkan oleh para mahasiswa ini mencerminkan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Karakteristik suporter yang santun namun tetap bersemangat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pihak sponsor untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan olahraga mahasiswa, karena mereka melihat adanya citra positif yang terbangun kuat di mata publik.
Kegiatan di tribun juga menjadi wadah penyaluran bakat seni bagi mahasiswa yang tidak terjun langsung sebagai atlet. Kreativitas Tribun mencakup pembuatan spanduk dengan desain grafis yang artistik, aransemen lagu semangat dengan alat musik tradisional, hingga penggunaan kostum yang unik. BAPOMI Bukittinggi bahkan sering kali mengadakan kompetisi bagi kelompok suporter terbaik dengan kriteria penilaian yang menitikberatkan pada orisinalitas, kekompakan, dan sportivitas. Hal ini membuat mahasiswa berlomba-lomba untuk tampil menarik secara visual dan vokal tanpa perlu melakukan tindakan-tindakan destruktif yang merugikan nama almamater.